PIKIRANMASA.COM//YOGYAKARTA – Sebagai lembaga pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang memiliki tugas untuk menyiapkan SDM-SDM berkualitas. Salah satunya melalui Specified Skilled Worker (SSW).

Kesiapan Polbangtan Yogyakarta Magelang dalam mencetak SDM berkualitas turut ditinjau Kementerian Pertanian, melalui Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, Selasa (2/4/2024).

Kapusdiktan meninjau pelatihan Bahasa Jepang untuk Mahasiswa yang disiapkan sebagai Specified Skilled Worker (SSW).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, insan-insan pertanian harus terus meng-upgrade pengetahuan agar sektor ini dapat terus berkembang.

Selain itu, Mentan juga berharap skill SDM pertanian bisa ditingkatkan. Sehingga pertanian Indonesia tidak hanya maju, tetapi juga unggul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menegaskan pentingnya peran SDM dalam pertanian. Ia menambahkan, SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian.

“Jadi kalau ingin pertanian maju, maju kan dulu SDM-nya. Karena faktor pengungkit paling utama dalam peningkatan produksi pertanian adalah SDM, baik itu petani, penyuluh dan lainnya,” katanya.

Sementara Kapusdiktan Kementan, Idha Widi Arsanti, yang dalam kunjungannya didampingi Ketua Kelompok Substansi Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni (Kelsi AAKA), Ketua Jurusan Pertanian, Kepala Program Studi lingkup Jurusan Pertanian, dan beberapa Dosen, menyapa satu persatu peserta pelatihan.
Santi juga memonitor perkembangan kursus melalui pelatih yang mendampingi sehari-hari.

Perlu diketahui, inisiasi pengiriman SSW atau tenaga kerja dari Indonesia ke Jepang merupakan hasil kerjasama Kementerian Pertanian dengan PT. Persol, Ltd dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertanian.

“Polbangtan Yogyakarta Magelang merupakan salah satu Polbangtan non Program YESS yang masih dipercaya untuk menyelenggarakan pelatihan bahasa ini. Karena dari track record sebelumnya, Polbangtan Yogyakarta Magelang menjadi salah satu peserta yang banyak lolos,” katanya.

Peserta pelatihan yang berjumlah 13 orang ini merupakan Mahasiswa tingkat akhir yang juga sedang dalam proses penyusunan Tugas Akhir (TA). Oleh karena itu Santi berpesan agar mereka mampu memanajemen waktu dengan baik.

“Kegiatan kursus ini berbarengan dengan penyusunan tugas akhir, saya harap para mahasiswa bisa menyeimbangkan antara keduanya. Tunjukkan komitmen bahwa kalian mampu untuk maksimal di keduanya. Sementara kesampingkan dulu masalah-masalah yang kurang penting, karena kesuksesan itu dicapai dengan perjuangan. Kalian yang mampu bertahan ini adalah yang terpilih, bukan hanya demi masa depan kalian, namun juga membawa nama baik bangsa dan negara,” pesan Santi.

Santi juga berharap para Dosen Pembimbing TA dapat memberikan relaksasi atau kelonggaran bagi mahasiswa yang mengikuti pelatihan karena menurut Santi mereka sudah melakukan lebih dibanding dengan mahasiswa lainnya.

“Belajar bahasa saya akui tidak mudah, apalagi dibarengi dengan kewajiban untuk menyelesaikan penelitian dan penyusunan TA, oleh karena itu saya harap bapak-ibu dosen dapat memberikan relaksasi atau kelonggaran tanpa mengabaikan standar yang ada,” ujar Santi

Kelsi AAKA Polbangtan Yogyakarta Magelang, Endra Prasetyanta, berpesan kepada mahasiswa untuk menunjukkan komitmen dengan sungguh-sungguh.

“Seperti yang sudah disampaikan Bu Kapus, kita (Polbangtan Yogyakarta Magelang) menjadi salah satu Polbangtan yang paling banyak meloloskan peserta, saya harap kalian bisa mempertahankannya sehingga adik tingkat kalian selanjutnya tetap bisa menikmati program ini,” pesan Endra.

By Den

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *