PIKIRANMASA.COM//YOGYAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, yang merupakan UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berkolaborasi dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk mengembangkan pertanian di Kawasan Yogyakarta.

Salah satu wilayah yang disasar adalah Kalurahan Mulyodadi Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.

Kolaborasi yang melibatkan tiga pihak tersebut, merumuskan kesepakatan untuk mengembangkan kawasan Mulyodadi menjadi pengembangan agroeduwisata.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pengembangan pertanian tidak semata menjadi tanggung jawab Kementan.

Menurutnya, pertanian adalah sektor penting karena menjadi yang terdepan dalam penyediaan pangan. Oleh sebab itu, pengembangan pertanian membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

“Tanggung jawab pertanian adalah menyediakan pangan buat masyarakat. Oleh sebab itu, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh terkendala, pertanian tidak boleh bermasalah,” tuturnya.

Dedi juga mengimbau para SDM pertanian, utamanya penyuluh dan petani, untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan.

“Kita tidak boleh tertinggal, karena ilmu dan informasi terus berkembang. Begitu juga terhadap pertanian. Kita sudah tidak bisa menggunakan cara-cara lama. Pertanian sudah harus digarap secara modern untuk mencapai hasil maksimal,” katanya.

Sementara Kepala Desa Mulyodadi, Ari Sapto Nugroho, menjelaskan jika kampung di sekitar Mulyodadi sebenarnya sudah memiliki potensi khas masing-masing.

“Ada Kampung TOGA di Kepuh, Kampung Lidah Buaya di Gambuhan, Kampung Kates di Bogem, Kampung Jeruk Nipis di Bregan, Kampung Singkong di Mejing, Kampung Mentimun di Wonodoro, Kampung Alpukat di Destan, dan Kampung Pisang di Carikan,” rinci Ari.

Hermawan, Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian masyarakat Polbangtan Yogyakarta Magelang, mengatakan mendukung pengembangan Agroeduwisata, terutama dari segi teknis dan pemasaran.

“Polbangtan YOMA beberapa tahun belakangan ini sudah aktif mendampingi Kalurahan Mulyodadi untuk program AKU HATINYA PKK. Pendampingan dari segi teknis pertanian dan dukungan pemasaran produk akan menjadi salah satu konsentrasi kami. Apalagi kali ini dengan tambahan semangat baru dari YDBA, tentunya akan lebih signifikan dampak yang dihasilkan,” ujarnya.

Koordinator YDBA Yogyakarta, Fransiska Wisni Kristanti, menjelaskan jika melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR), PT Astra Internasional berkomitmen untuk berperan secara aktif dalam pembangunan nasional, salah satunya di bidang pertanian.

“Pada tahun ini CSR kami sudah mulai merambah di bidang pertanian. Salah satu faktor pendorong terjun di bidang ini bermulai dari pandemi yang memperlihatkan bidang pertanian yang merupakan salah satu bidang yang stabil,” ungkapnya.

Duta Petani Milenial Kota Yogyakarta, Anjar Wahyu Nugroho, yang selama ini berkecimpung pada usaha olahan Buah Markisa, turut berbagi kiat membangun pasar bagi produk olahan pangan.

“Sebelum membuat produk, yang utama disiapkan adalah pasarnya. Kita harus jeli melihat komoditas mana yang kompetitornya masih sedikit, namun demand-nya tinggi. Seperti markisa, kebutuhan pasar sangat tinggi namun pemasok masih kurang. Ini bisa jadi peluang,” ujarnya.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan, korporasi, dan masyarakat petani dapat menciptakan dampak positif yang besar dalam sektor pertanian.(***)

By Den

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *